Innovative Thailand Supermarket Replaces Plastic Packaging With Banana Leaves

Plastic packaging has become the norm in grocery stores around the world over the past few decades, and this accounts for a significant part of the global production of plastic waste. Luckily, in the past few years weโ€™ve seen the rise of many shops and brands who are innovating new ways to combat unnecessary plastic use.

Most recently, Rimping, a supermarket chain located in Chiang Mai, Thailand, has gone viral after sharing photos of fresh produce wrapped in discarded banana leaves instead of plastic wrap. “As part of our initiative to become a green grocer, we have rolled out measures to reduce the use of plastic since last year,” said the supermarket’s marketing manager Atitarn Srisa-nga.

The use of banana leaves for packaging vegetables is a great way to reduce single-use plastic in this country: the leaves are large, thick and supple enough to be adequately folded, they are 100% biodegradable, and they are readily available in tropical locations.

Although banana leaves canโ€™t be used to replace all plastic packages for grocery items, little steps make a big difference. If all countries who have an abundance of banana leaves adopt this method, it might come to really mean something. And most importantly, it should serve as an inspiration for creating similar solutions in other parts of the world.

View this post on Instagram

KEMBALI MENJADI NORMAL!! . Manusia kini sangat terlalu bergantung dengan plastik, yang sebenarnya kita juga tidak terlalu membutuhkannya. Bayangkan bagaimana para pendahulu kita bisa hidup dan bertahan tanpa terlalu bergantung dengan benda ajaib "PLASTIK" sekali pakai ini! Hidup normal dan memakai semua bahan yang mudah di dapat dari alam dan sangat ramah lingkungan. Kita tampaknya terlalu terbuai dengan semua kemudahan di zaman serba instant ini sehingga melupakan budaya kita sendiri. Mengutip dari sahabat kami @zerowasteadventure yang mengatakan bahwa, gaya hidup zero waste itu bukanlah sesuatu yang baru dan bukan sebuah trend, melainkan adalah sebuah budaya yang sudah kita bangun sejak dahulu kala, dan itu sebuah ke normalan. jadi sudah saatnya kita kembali memaknainya dalam kehidupan sehari-hari. . Seperti cerita dari sahabat kami ini.. @komunitasorganikindonesia – Kembali ke daun pisang sebagai pengganti plastik? Kenapa tidak? Sebuah supermarket di Thailand menjadi viral karena mengganti bungkus plastik sayurannya dengan daun pisang. Sebenarnya, kalau dipikir-pikir Indonesia juga dari dulu mengemas dengan ramah lingkungan ya karena kita juga terbiasa mengemas dengan berbagai dedaunan. Jadi inget berbagai makanan tradisional yang dulu (atau sampai sekarang) dibungkus dengan daun pisang. Sebutin dong makanan tradisional favorit Kakak! Kalau Mimin sih doyannya Tauge Goreng …ah, jadi lapar! ๐Ÿ˜‹ #bumiatauplastik #sayapilihbumi #normalinyuk #bananaleaves #saynotoplastic #reduce #reuse #recycle #refuse #zerowaste #ecofriendly #ecopackaging #GreenLifestyle #greenplanet #GreenPackaging #greenliving #food #vegetable #sayuran #kemasanamakanan #bungkusmakanan

A post shared by sayapilihbumi (@sayapilihbumi) on